Jumat, 11 November 2011
Rabu, 12 Oktober 2011
makalah metode studi islam
BAB
II
AL-QUR’AN
A.Defenisi
Al-Qur’an
1.Al-Qur’an menurut bahasa
Menurut
Imam Syafi’i Al-Qur’an bukan isim mustaq (tidak bersal dari akar kata) akan
tetapi ia adalah nama asal dan dijadikan sebagai mana atas kalam yang
diturunkan kepada nabi Muhammad.Sedangkan menurut Al-Zajjaj lafadz al-Qur’an
adalah berasal dari kata Al-qar’u yang
berarti menghimpun,karena Al-Qur’an menghimpun intisari dari Kitab-Kitab
terdahulu.
Sedangkan
menurut imam Al-liyani lafadz al-Qur’an adalah masdar dan berhamzah yang
berasal dari kata qara’a yang artinya membaca.Al-qur’an Disebut dengan yang
dibaca adalah penyebutan bagi masdar dan bermakana sesuai isim maf’ul.[1]
2.Menurut Istilah
menurut subhi
shaleh dalam bukunya mabnahits fiulum al-qur’an dan Abd.adhim zarkoni dalam
bukunya manahil Al irfan serta sya’ban jsmail dalam bukunya ma’al Qur’an Al-karim,Alqur’an
ialah:
Al-qur’an
ialah firman Allah sebagi muklizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw yag
ditulis dalam mushaf yang dinukilkan kepada kita dengan mutawatir dan
membacanya mendapatkan pahala.
Sedangkan
menurut Muhammad Ali Al Shabuni Al-qur’an ialah firman Allah yang berupa
mukjizat yang diturunkan kepada nabi dan Rasul terakhir dengan perantaraan
malaikat Jibril yang ditulis dalam Mushaf yang dinukilkan kepada kita secara
mutawatir yang dimulai dengan al-Fatihah dan diakhiri Surat An-nas.[2]
Al-qur’an
Sebagai Sumber Agama Islam
Bagian
ini terdiri atas tiga bagian : petama adalah fungsi Al-qur’an yang kedua
Al-Qur’an sebagai Firman Allah Yang ketiga Al-qur’an sebagai ‘ulum al-Qur’an
atau Tafsir.
A.Fungsi Al-Qur’qn
Menurut
Subhi Shalih Al-Qur’an berasal dari kata bahasa arab yaitu turunan masdar yang
berarti dari isim maf’ul yaitu maqru’ artinya dibaca(al-Qur’an dan
Terjemahannya).Pengertian ini diambil dari sifata alqur’an yang difirmankan
Allah dalam Al-qur’an (QS.al-Qiyamah ayat 75) Dalam Ayat ini Allah Berfirman :
Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkan
(didadamu)dan(membuat kamu pandai)membacanya.Apabila kamu telah selesai
membacanya maka ikutilah bacaan itu (QS.al-Qiyamah).
Kemudian Kata
Al-qur’an dipergunakan kepada nabi Muhammad SAW untuk menunjukkan kalam Allah
yang diwahyukan kepada nabi Saw.Kalam Allah yang diwahyukan kepada nabi-nabi
selain nabi muhammad Saw tidak dinamai Al-qur’an seperti Taurat yang diturunkan
kepada nabi Musa dan Zabur kepada Nabi Daud dan Injil Kepada Nabi Isa as.[3]
Sebaian Ulama
berpendapat bahwa nama-nama al-Qur’an itu sangat banyak Sehingga dari nama-nama
itulah,baik secara langsung atau tidak langsung,memperlihatkan fungsi-fungsi
Al-Qur’an.Fungsi Al-Qur’an sebagai tersurat dalam nama-namanya adala sebagai
berikut :
A.
Al-huda
(Petunjuk).
Dalam al-Qur’an ada tiga
kategori tentang Al-qur’an sebagai petunjuk,pertama petunjuk bagi manusia
secara umum seperti di(QS.Al-Baqarah Ayat 185).Kedua Al-Qur’an Sebagai Petunjuk
bagi orang yang bertaqwa seperti di (QS.Al-Baqarah ayat 2).ketiga sebagai
Petunjuk bagi orang-orang yang beriman seperti di (QS.Yunus ayat 57).
B.
Al-furqan
(Pemisah)
Dalam Al-qur’an dikatakan
bahwa ia adalah pembeda antara pembeda yang haq dan yang bathil atau antara
yang benar dengan yang salah seperti di (QS.Al-baqarah ayat 185)
C.
Al
syifa (obat)
Dalam al quran iya
berpungsi sebagai obat yang ada didalam dada (penyakit psikologi) seperti
didalam al quran (QS.yunus ayat 57)
D.
Al
mauisoh (nasehat)
Dalam al quran dikatakan
bagi orang-orang bertaqwa bahwa ia sebagai nasihat seperti di (QS.ali imron
ayat 138)
Demikian fungsi Al-qur’an yang
diambil dari nama-namanya yang difirmankan Allah dalam Al-qur’an.Sedangkan
fungsi Al-QUR’AN dari pengalaman dan penghayatan terhadap isinya bergantung
pada kualitas ketaqwaan individu yang bersangkutan.Karena bersifat
personal,maka pengalaman tersebut hampir dipastikan berbeda-beda meskipun
persamaan-persamaan pengalaman itupun tidak dapat diabaikan.Bagi kalangan
tertentu misalnya Al-Qur’an dapat berfungsi sebagai media untuk menjaga
diri,dan karena itulah kita sering melihat “isim” atau jimat yang diambil dari
ayat-ayat Al-Qur’an.[4]
E.Kelebihan Al-Qur’an
Tentang
kelebihan al-qur’an dari sudut yang dibaca atau dibandingkan dengan lembaran
lainnya adalah sangat kuatt.Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh
Al-baihaqi:
“Kelebihan
al-Qur’an dari lain-lain perkataan bagaikan kelebihan ar-rahman atas semua
makhluknya.(HR.al-baihaqi)”
Begitu juga hadits yang
diriwayatkan oleh Al-hakim:
“Siapa
yang membaca satu huruf dari al-qur’an maka ia mendapat pahala untuk tiap huruf
hasanat,dan tiap hasanat itu berlipat ganda sepuluh kali,saya tidak berkata
alif lam mim itu satu huruf tetapi alif satu huruf lam satu hurufdan mim satu
huruf.(HR.Al-hakim)”[5]
Al-Qur’an
sebagai firman Allah
Dengan
menimbangkan nama-nama Al-qur’an maka
akan terungkap kesamaan-kesamaan-kesaman yang pada akhirnya ulama menyebut
sebagai hakikat al-Qur’an,yaitu g disampaikan kmepada nabi Muhammad saw.Isinya
penuh dengan ilmu yang jauh dari tipuan dan keaguan,kecurangan dan
pertentangan.
Ia
juga merupakan penjelmaan,keseimbangan pemikiran dan karunia sehingga manusia
yang mengimaninya dan yang mebacanya sekaligus yang mengamalaknnya maka akan
selalu terjauh dari perbuatan-perbuatan yang tidak disuka Allah dan akan terus
mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbauatan yang bermanfaat,yaitu berupa
Amal shalih yang bermanfaat bagi dirinya dan manusia lainnya.[6]
Diakatakan
Al-qur’an sebagi wahyu Allah karena ia juga merupakan ilham(Pemberi Tahuan
Allah kepada hambanya yang dipilihnya).Karena seperti dijelaskan dalam
Ayat-ayat Al-qur’an bahwasanya wahyu Allah itu bukan hanya kepada manusia
tetapi kepada makhluknya yang lain juga seperti :
1.Ilham kepada manusia (lihat di
surat Al-Qashash ayat 7)
2.Ilham kepada hewan/merupakan
insting (Lihat di surat An-Nahl ayat 68)
3.Isyarat yang cepat (lihat di
surat Maryam ayat 11)
4.Godaan bisikan Syaitan (Lihat
di surat Al-An’am ayat 112)
Sebagai
wahyu,Al-Qur’an bukanlah pikiran dan ciptaan nabi Muhammad Saw.Oleh karena itu
Orang-orang yang mengatakan Al-Qur’an itu pikiran dan ciptaan nabi Muhammad
Saw,tidak benar dan tidak dapat dipertanggung jawab bagi orang yang menggugat
dan orang yang memfitnah Nabi tersebut.[7]
Perdebatan
sekitar otentisitas Al-Qur’an sebagai firmantangan Allah telah terjadi ketika Al-qur’an
diturunkan.Oleh karena itu Allah menantang kepada penantang Al-qur’an untuk
membuat satu surat yang semisal Al-Qur’an namun mereka tidak bisa
membuatnya.Sebagaimana Firmannya Dalam (QS.Al-Baqarah ayat 23)
Tantangan
tersebut disertai pula dengan ancaman beuapa kepastian bahwa manusia tidak akan
mampu menciptakan Al-Qur’an Sebagaimana firmannya :
“Maka jika kamu tidak dapat membuatnya dan pasti
kamu tidak akan dapat membuatnya,peliharalah dirimu dari neraka yang bahan
bakarnya adalah manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang
kafir”(QS.al-Baqarah 24)
Setelah
perdebatan itu terjadi,terdapat pula orang yang meragukan otentisitas Al-Qur’an
karena dianggap telah di intervensi oleh manusia,terutama umat islam generasi
pertama yang kita kenal sebagai sahabat Nabi Muhammad Saw.Allah menjamin bahwa
Al-qur’an dipelihara dengan sebaik-baiknya,ia berfirman:
“Sesungguhnya kami-Lah yang menurunkan
Al-Qur’an dan Sesungguhny kami benar-benar Memeliharanya.(QS.Al-Hijr 9)
Demikianlah
kedudukan Al-Qur’an sebagai firman Allah.Berdasarkan Subtansinya Al-Qur’an
bukanlah ciptaan Nabi Muhammad Saw,dan ia akan dipelihara oleh Allah Karena
Ialah yang menciptakan Al-Qur’an tersebut.[8]
ULUMUL
QUR’AN dan TAFSIR
Ditinjau dari
sejarah proses turunnya al-Qur’an tidaklah sekaligus melainkan berangsur-angsur
ataupun melalui tahapan yang sedikit demi sedikit dan ayat demi ayat melalui
latar belakang yang berbeda.Hukmah pewahyuan semacam ini adalah untuk memberikan
pemahaman bahwa setiap ayat al-Qur’an tidak hampa sosial.Pewahyuannya sangat
bergantung pada lingkup dan persoalan
kemasyarakatan dan juga merupakan jawaban terhadap persoalan sosial yang
terjadi dalam kehidupan masa dulu.
Proses
pewahyuannya berlangsung lebih kurang selama 23 tahun yang secara geografis
terbagi dua:
1.Pertama
ketika Nabi Muhammad Saw berada dikota Mekkah sebelum berhijrah ke Madinah
selama 13 (Ayat Makkiyah)
2.Kedua
Ketika Nabi Muhammad Saw Berada di kota mMadinah selama 10 tahun (Ayat Madaniyah).Pendapat
ini umumnya dipegang oleh para Ulama ‘Ulumul Qur’an.
Selanjutnya
mengenai penulisan ayat-ayat Al-Qur’an.Pada masa Nabi Muhammad ayat-ayat
Al-Qur’an masih berserakan dalam bentuk tulisan di atas pelapah-pelapah daun
kurma,lempengan batu dan kepingan tulang,disamping terpeiharanya dalam hafalan
para sahabat,para penghafal waktu itu seperti Abu
Bakar,Umar,Utsman,Ali,Sa’ad,Huzaifah,Abu Hurairah,Abdullah Bin Masu’d dan
lainnya.Adapun penulisnya waktu ituantara lain Zaid Bin Tsabit,Ubay Bin Ka’ab dan
Khalid Bin Walid.[9]
Setelah Nabi
wafat Sedangkan Al qur’an masih berada di pelapah-pelaph dan tulang-tulang
hewan serta batu dan di samping telah dihafal oleh para sahabat.Dan ketika Abu
Bakar diangkat menjadi Khalifah banyak dari orang yang lemah imannya menjadi
murtad dan menolak mengeluarkan zakat begitu juga banyak yang mengaku rasul dan
pada saat itu juga terjadi peperang yamamah dan banyak kali yang wafat dari
kalangan Hafidz Qur’an yang mana dalam peperangan itu melawan musailamah
pengikutnya dan akhirnya dimenangkan oleh kaum yang beriman.[10]
Melihat
banyaknya yang wafat dari kalang huffadz al-Qur’an,maka Umar bin Khattab
khawatir akan lenyapnya Al-Qur’an dan beliau mendesak kepada Abu Bakar untuk
mengumoulkan Al-qur’an menjadi satu mushaf setelah Umar menjelaskan latar
belakangnya dan abu bakar berfikir maka dikirimlah surat kepada zaid dan Zaid
pun menyetujuinya sehingga dibentuklah sebuah panitia yang diketuai oleh Zaid
bin Tsabit dan anggotanya Ubay bin Ka’ab dan lainnya.
Sedangkan
Pada masa Utsman Bin Affan yang mana pada saat itu wilayah islam jauh lebih
luas dibandingkan pada masa Abu Bakar dan Umar dan Utsman memperdapati
perbantahan anatara orang islam di berbnagai daerah islam saat itu bahwa mereka
saling mengklaim bahwa bacaannya lebih baik dan fasih dari golongan atau kaum
yang lain.kepada Utsman agar secepatnya memperbaiki keadaan tersebut dan
mengatasi permasalahan tentang perselisihan bacaan Al-qur’an agar Ummat islam
jangan berselisih tentang kitab mereka seperti yang terjadi pada kaun Yahudi
dan Nasrani.
Sebagimana
Abu Bakar memperkenankan kehendak Umar Bin Khattab maka Utsman pun
memperkenankan kehendak Hudzaifah.Kemudian Utsman mengirim surat kepad Hafshah
binti umar Istri Rasulullah untuk meminta suhuf yang disimpannya dan mengundang
sahabat yang lain seperi Zaid Bin Tsabit,Abdullah bin Zubayyar sebagi penulis
wahyu agar mereka menyalin suhuf ini.
Upaya utsman
dalam mengumpulkan ayat Al-qur’n bukan disitu saja ia bahkan meminta para kuam
muslimin agar bisa mengumpulakn al-Qur’an ini dan singkat ceritanya mushaf
qur’an ini di ambil dari bacaan Zaid bin Tsabit karena ia adalah penulis wahyu
pada zaman Nabi Muhammad Saw.
Dari Mushaf
inilah Kaum muslimin diseluruh pelosok dunia menyalin Al-qur’an,dan dari Uraian
diatas dapat difahami pada saat abu bakar adalah pengumpulan Al-Qur’an menjadi
satu mushaf agar jangan ada ayat yang hialng,sedangkan pada masa Utsman Bian
Affan adalah ia menyatukan kaum muslimin pada satu macam mushaf yang seragam
dan dan bacaannya juga sama.[11]
[1] Subhi Shalih.Mahabits fi Ulum Al-Qur’an,Daar
Al-Malayin,Bairut,1983,hal 18
[2] H.St.Amanah.Ilmu Al-qur’an dan Tafsir,Cv.Asy-Syifa,Semarang,1991,hal
5-6
[3] Atang Abd.Hakim,Metodologi Studi Islam,Pt Remaja
Rosdakarya.Bandung,2010,hal 69
[4] Atang Abd.Hakim,Metodologi Studi Islam,Pt Remaja
Rosdakarya.Bandung,2010,hal 69
[5] .Terjemahan Irsyadul ibad tahun cetakan 1977,hal 366-367
[6] Atang Abd.Hakim,Metodologi Studi Islam,Pt Remaja
Rosdakarya.Bandung,2010,hal 72
[7] H.St.Amanah.Ilmu Al-qur’an dan Tafsir,Cv.Asy-Syifa,Semarang,1991,hal
26
[8] Atang Abd.Hakim,Metodologi Studi Islam,Pt Remaja
Rosdakarya.Bandung,2010,hal 73
[9] Ibid h 76
[10] H.St.Amanah.Ilmu Al-qur’an dan Tafsir,Cv.Asy-Syifa,Semarang,1991,hal
109
[11] Ibid h 114-117
oleh : Jamaluddin Siregar
Mahasiswa fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara,Medan 12 okt 2011
Senin, 26 September 2011
Pengertian Filsafat
Oleh : Pudjo Sumedi AS., Drs.,M.Ed.* dan
Mustakim, S.Pd.,MM**
Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani : ”philosophia”.
Seiring perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti
: ”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis;
“philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasa Latin; dan
“falsafah” dalam bahasa Arab.
Para filsuf memberi
batasan yang berbeda-beda mengenai filsafat, namun batasan yang berbeda itu
tidak mendasar. Selanjutnya batasan filsafat dapat ditinjau dari dua segi yaitu
secara etimologi dan secara terminologi.
Secara etimologi, istilah filsafat berasal dari bahasa
Arab, yaitu falsafah atau juga dari bahasa Yunani yaitu philosophia – philien :
cinta dan sophia : kebijaksanaan. Jadi bisa dipahami bahwa filsafat berarti
cinta kebijaksanaan. Dan seorang filsuf adalah pencari kebijaksanaan, pecinta
kebijaksanaan dalam arti hakikat.
Pengertian filsafat secara terminologi sangat beragam. Para filsuf merumuskan pengertian filsafat sesuai dengan
kecenderungan pemikiran kefilsafatan yang dimilikinya. Seorang Plato mengatakan
bahwa : Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan
kebenaran yang asli. Sedangkan muridnya Aristoteles berpendapat kalau filsafat
adalah ilmu ( pengetahuan ) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya
ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.
Lain halnya dengan Al Farabi yang berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu (
pengetahuan ) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya. Berikut
ini disajikan beberapa pengertian Filsafat menurut beberapa para ahli:
Plato ( 428 -348 SM ) : Filsafat tidak lain dari
pengetahuan tentang segala yang ada.
Aristoteles ( (384 – 322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat
adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat
bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi
sekarang oleh filsafat dengan ilmu.
Cicero
( (106 – 43 SM ) : filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother
of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni
kehidupan )
Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) : filsafat sebagai
Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar
segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat
memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari
seluruh kenyataan.
Paul Nartorp (1854 – 1924 ) : filsafat sebagai
Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia
dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya .
Imanuel Kant ( 1724 – 1804 ) : Filsafat adalah ilmu
pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang
didalamnya tercakup empat persoalan.
- Apakah yang dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika )
- Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika )
- Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama )
- Apakah yang dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi )
Notonegoro: Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan
objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang
disebut hakekat.
Driyakarya : filsafat sebagai perenungan yang
sedalam-dalamnya tentang sebab-sebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang
kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan “.
Sidi Gazalba: Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari
kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di masalahkan, dengan
berfikir radikal, sistematik dan universal.
Harold H. Titus (1979 ): (1) Filsafat adalah sekumpulan
sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara
tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap
kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; (2) Filsafat adalah suatu usaha
untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan; (3) Filsafat adalah analisis
logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep );
Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang
dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.
Hasbullah Bakry: Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki
segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia
sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu
sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.
Prof. Mr.Mumahamd Yamin: Filsafat ialah pemusatan pikiran ,
sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu
dialamiya kesungguhan.
Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. : Filsafat ialah usaha pemikiran dan
renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara
kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk
mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau
kebenaran yang sejati.
Bertrand Russel: Filsafat adalah sesuatu yang berada di
tengah-tengah antara teologi dan sains. Sebagaimana teologi , filsafat
berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan
definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan;namun, seperti
sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi
maupun otoritas wahyu.
Dari semua pengertian filsafat secara terminologis di atas,
dapat ditegaskan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan
memikirkan segala sesuatunya secara mendalam dan sungguh-sungguh, serta radikal
sehingga mencapai hakikat segala situasi tersebut.
Pudjo Sumedi AS., Drs.,M.Ed.*
Wakil Rektor I UHAMKA Jakarta / Mahasiswa Program Doktoral (S3)
Administrasi Pendidikan –UPI Bandung .
Mustakim, S.Pd.,MM**
Guru SMP Negeri 2 Parungpanjang Kabupaten Bogor. / Mahasiswa
Program Doktoral (S3) Administrasi Pendidikan –UPI Bandung .
Referensi :
Betrand Russel.2002.
Sejarah Filsafat Barat dan Kaitannya dengan kondisi sosio-politik dari
zaman kuno hingga sekarang (alih Bahasa Sigit jatmiko, dkk ) . Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Ismaun.2007.
Filsafat Administrasi Pendidikan(Serahan Perkuliahan ). Bandung : UPI
Ismaun.2007. Kapita
Selekta Filsafat Administrasi Pendidikan (Serahan Perkuliahan). Bandung : UPI
Koento
Wibisono.1997. Dasar-Dasar Filsafat. Jakarta : Universitas Terbuka
Moersaleh. 1987. Filsafat
Administrasi. Jakarta
: Univesitas Terbuka
Jumat, 01 Juli 2011
Ahmad Syafei :Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi
Dr Stephen Carr Leon menulis dari pengamatan langsung. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan untuk tesis Phd-nya, yaitu,
"Mengapa Yahudi Pintar?"
Sekadar anda ketahui, untuk mengumpulkan data-data seakurat mungkin tesis ini memakan waktu hampir 8 tahun. Marilah kita mulai :
1. Persiapan awal melahirkan
Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering :
menyanyi
bermain piano
membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?” Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya. Tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
2. Pola Makan
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya.Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama.
Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris
3. Merokok adalah Tabu
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
4. Pendidikan
Musik
Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Matematika
Di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya. Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi.
Olahraga
Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Sains
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Ekonomi
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kamis, 26 Mei 2011
USAHAKU AGAR MENJADI MAHASISWA TELADAN
Perkenalkan nama saya Jamaluddin Siregar biasa dipanggil Jam.Saya dilahirkan disebuah desa di daerah Kabupaten Padang Lawas Utara dan menghabiskan pendidikan SD sederajat disana juga.Dan setelah lulus dari SD disana orang tua mengrim saya ke Pesantren Darul Ikhlas Kab Madina dan disana saya menghabiskan waktu selama enam tahun sampai tamat Tsanawiyah dan Aliyah.
Setelah saya lulus disana pada tahun 2009 saya dihadapkan dengan suatu permaslahan yang sampai sekarang membekas di hati saya,dan sebab itulah saya akhirnya tidak jadi melanjutkan studi saya ditahun tersebut.Namun semua itu tak menyurutkan niat saya untuk melanjutkan studi saya.Selama setahun tersebut saya pergunakan untuk bekerja di kampung saya sekaligus untuk menabung supaya ada tambahan untuk melanjutkan studi saya ditahun 2010 .
Setahun berlalu begitu singkat tepatnya dibulan Juli saya diberitahukan oleh kawan-kawan saya bahwa di IAIN Medan telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2010/2011.Dan ketika itulah saya memohon izin terhadap orang tua untuk berangkat ke Medan.
Sebenarnya dimedan saya tidak mempunyai keluarga melainkan hanya sahabat dekat dan sahabat itulah tempat saya menumpang selama proses pendaftaran di IAIN Medan.Dan ketika pengumuman di IAIN Meda alhamdulillah saya lulus di Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah.
Setelah lulus itu saya mulai aktif kuliah di IAIN Medan dan satu yang selalu saya janjikan didalam diri saya yaitu harus mempunyai pekerjaan sampingan di Medan ini biar mendapatkan keuangan yang memadai bagi saya untuk kuliah ini.
Berlalu sebulan setelah lebaran saya mulai mencari pekerjaan tambahan,dan Alhumdulillah pada tanggal 12 Desember saya mendapatkan kabar bahwa sebuah mesjid di daerah Pondok surya membutuhkan Penjaga Mesjid,mendengar kabar tersebut saya langsung menuju daerah tersebut untuk menjumpai pengurus Mesjidnya.
Dan setelah menjumpai mereka alhamdulillah saya diteriama di Mesdjid tersebut dan sejak dari itullah saya selalu berusaha untuk menjadi mahasiswa yang pandai bergaul dengan masyarakat luas dan menjadi mahasiswa teladan dikampus saya.
Dan sejak disitu pula saya mulai disiplin khususnya mengenai perkuliahan di kampus dan sholat lima waktu begitu juga.dan Alhumdulillah pas penerimaan KHS di smester satu saya sangat senang karena saya mendapatkan IP dengan bobot 3.82.Sebab itu pulalah motivasi saya dalam kuliah ini mulai meningkat didalam diri saya.Dan saya selalu berdo’a kepada sang khalik agar saya menjadi mahasiswa yang menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.Dan untuk mencapai itu semua tidaklah mudah karena saya sadar saya hanya orang biasa yang bisanya hanya bercita-cita.
Namun semua itu akan saya usahakan agar semua itu tidak menjadi cita-cita belaka saja.Saya akan berusaha dan berdo’a kepada Allah agar semua cita-cita saya bisa tercapai dikemudian hari .Amiiiin Ya Allah……
Oleh :
Jamaluddin Siregar
Rabu, 25 Mei 2011
WARNA PERSAHABATAN
Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar Semua menganggap dirinyalah yang terbaik yang paling penting yang paling bermanfaat yang paling disukai HIJAU berkata:"Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."
BIRU menginterupsi: "Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"
KUNING cekikikan: "Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."
ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya: "Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahankubegitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."
MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak: "Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."
UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu: Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku." Akhirnya
NILA berbicara lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama: "Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan daku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."
Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya.
Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.
Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan,
berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.
Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus,
unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!" Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata:
"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian.
Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok."
Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia,
dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita
MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.
MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA,
KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ....
Persahabatan itu bagaikan pelangi:
Merah bagaikan buah apel, terasa manis di dalamnya.
Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam.
Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita.
Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur.
Biru bagaikan air jernih alami.
Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah.
Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu
Senin, 02 Mei 2011
Nahu tersohor Matan jurmiyah
Medan 2 mei 2011
oleh : Jamaluddin siregar pesantren darul ikhlas madinapada 15 Agustus 2010 jam 7:07
Mubtada’ (المبتدأ)
Definisi:
Mubtada’ adalah isim marfu’ yang terletak di awal kalimat.Misal:
- (الرجل مسلم) (Ar-rojulu muslimun) = Orang itu muslim
- (الرجلان مسلمان) (Ar-rojulaani muslimaani) = Dua orang itu muslim
- (الرجال مسلمون) (Ar-rijaalu muslimuuna) = Mereka itu muslim
Keterangan:
Perhatikan bahwa kata pertama pada ketiga contoh kalimat di atas (yaitu : Ar-rojulu,Ar-rojulaani, Ar-rijaalu) adalah mubtada’. Setiap mubtada’ harus marfu’. Umumnya mubtada’ terletak di awal kalimat, namun terkadang tidak (pada kasus-kasus tertentu). Secara umum juga, mubtada’ itu ma’rifah (bukan nakirah), seperti pada ketiga contoh di atas, mubtada’-mubtada’nya ma’rifah dengan tanda adanya alif laam. Kecuali pada kasus-kasus tertentu mubtada’ bisa nakirah.Khobar Mubtada’ (خبر المبتدأ)
Definisi:
Khobar adalah setiap kata atau kalimat yang menyempurnakan makna mubtada.Misalnya seperti pada kalimat di atas, (yaitu muslimun,muslimaani, dan muslimuuna), ketiga kata tersebut adalah khobar, yang menyempurnakan makna mubtada’. Seandainya tidak ada khobar tersebut, maka kalimat di atas tidak akan dipahami maksudnya.
Di dalam bahasa Indonesia, setiap kalimat minimal harus berpola S P (Subjek Prediket), bisajuga S P O atau S P O K. Masih ingat pelajaran bahasa Indonesia kan?
Nah, di dalam bahasa Arab, kalau ada mubtada’ maka khobar harus ada, polanya M K (Mubtada’ Khobar),kalau tidak ada khobar maka belum menjadi kalimat yang sempurna. Paham?
Kaedah Khobar:
- Khobar harus sesuai dengan mubtada’ dalam hal jumlah (mufrod, mutsanna, ataujama’nya). Bingung? Kalau bingung, coba baca pelajaran sebelumnya ya. Atau bisa tanya di bagian komentar. Lanjut? OK! Misalnya pada contoh dii atas, jika mubtada’nya mufrod (seperti Ar-rojulu), maka khobarnya pun harus mufrod, yaitu muslimun. Jika mubtada’nya mutsanna (seperti muslimaani), maka khobarnya pun harus mutsanna, yaitu muslimaani. Jika mubtada’nya jama’ (sepertiAr-rijaalu), maka khobarnya pun harus jama’, yaitu muslimuuna. Sudah paham sekarang?
- Khobar harus sesuai dengan mubtada’ dalam hal jenis (mudzakkar atau muannats nya).
Sudah aja ya.
Jika ada pertanyaan atau tambahan, dipersilahkan untuk diajukan di komentar.
Langganan:
Postingan (Atom)










